Tampilkan postingan dengan label Islamasains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamasains. Tampilkan semua postingan

TRIGONOMETRI BOLA DASAR PERHITUNGAN DALAM ILMU FALAK

Di dalam melakukan analisis posisi benda langit untuk suatu keperluan, misalkan menghitung waktu terbit dan tenggelam suatu benda langit, lama senja, menentukan awal waktu sholat, dan menghitung koreksi sudut arah kiblat, seringkali diperlukan suatu analisis matematis yang disebut trigonometri bola. Trigonometri bola membahas hubungan antara sudut-sudut dan sisi-sisi sebuah segitiga bola. Sebuah segitiga bola adalah segitiga di permukaan bola yang sisi-sisinya merupakan bagian dari lingkaran besar. Sebagai contoh mari kita lihat segitiga bola ABC pada gambar.
Busur AB adalah bagian dari lingkaran besar ABT. BC adalah bagian dari lingkaran besar BTC. AC adalah bagian dari lingkaran besar lain yang berpusat di pusat bola P.
Beberapa sifat segitiga bola yang dapat bermanfaat dalam melakukan analisis:
Jumlah ketiga sudutnya tidak harus 180?
Jarak sudut (panjang busur) antara sebuah lingkaran besar dan kutubnya adalah 90?
Panjang busur salah satu busur segitiga bola yang menghadap sudut yang berada di kutubnya adalah sama dengan besar sudut tersebut
Pada segitiga bola berlaku rumus-rumus cosinus:
Cos a = cos b cos c + sin b sin c cos A
Cos b = cos a cos c + sin a sin c cos B
Cos c = cos a cos b + sin a sin b cos C
Dan rumus sinus:
sin?a/sin?A =sin?b/sin?B =sin?c/sin?C Rumus-rumus tersebut hanya berlaku pada sisi lingkaran terbesar.

Baca Lanjutannya......

Ilmu Falak

Akhirnya keluar juga.... setelah edisi lalu tidak ditulis karena ada kesalahan teknis, edisi ini Islamasains akan meneruskan kembali bagaimana cara menentukan salat lima waktu, arah kiblat, dan awal bulan kamariah. Eit... afwan, lupa... kemarin kan janji mau mempelajari ASBOL dulu!! Ya.. maklum, namanya juga buletin yg masih belum profesional. Jadi harap maklum ya!!!
Apa yang disebut dengan Astronomi Bola (ASBOL) ???
§ Dilihat oleh mata, benda langit yang bertaburan di langit seolah melekat pada suatu setengah bola raksasa yaitu Bola langit dengan diameter tak terhinnga
§ Posisi sebuah benda langit dinyatakan dengan arah dan bukan jarak, maka diperlukan suatu tata koordinat: koordinat 2 dimensi pada permukaan bola
Jadi dapat disimpulkan, ASBOL sangat membutuhkan hitungan yang njelimet2... Bagi yang tidak suka matematika & fisika, boleh tidak mempelajari bab ini. Karena dibutuhkan keinginan untuk bisa mempelajarinya. Kalo hanya untuk sekedar membacanya juga tidak apa2. Pokoknya karisma dah membuat kata2 yg mudah untuk dipahami. Tinggal sahabat saja yang mudeng apa tidak??
Bab I Gerak Langit
Bola Langit

Dilihat dengan mata, bintang-bintang menempel pada permukaan dalam suatu bola raksasa yang berpusat di Bumi. Bola ini, yang radiusnya tak terhingga, disebut bola langit.
Posisi sebuah benda langit dinyatakan dengan arah, bukan dengan jarak. Diperlukan suatu tata koordinat: koordinat pada permukaan bola.
Dalam sistem koordinat langit, posisi bintang-bintang hanya ditentukan oleh arah mereka antara satu dengan lainnya. Umpamanya, bintang S1 dan bintang S2 terpisah atau berjarak sudut 20 derajat.
Jarak sudut antara dua bintang, S1 dan S2, didefinisikan sebagai sudut S1OS2 = sudut S'1OS'2 atau S2OG1 = S'2OG'1. Tampak bahwa jarak ke bintang-bintang itu tidak diperhitungkan, seakan-akan mereka diproyeksikan pada bola langit di S'1 , S'2 dan G'1.
KLU dan KLS
Jika kita memproyeksikan kutub-kutub Bumi pada bola langit kita akan memperoleh dua buah titik yang disebut Kutub Langit Utara (KLU) dan Kutub Langit Selatan (KLS).

Ket: Bola langit yang menunjukkan KLU, KLS dan Equator langit. Bintang Polaris terletak dekat sekali dengan KLU.


Gambar Pergerakan Bintang Polaris








Bagaimana??? Mudeng po mubeng??? Yoo jenenge wae bocah!!
Ocre boz, Insya Alloh edisi depan kita tambah wawasan lagi!!! Semoga waktunya cukup sampai ke perhitungan njlimet2. Ha ha ha... 1000X

Baca Lanjutannya......

Ilmu Falak


Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern

Sobat karisma mungkin masih asing dengan yang namanya ilmu falak. Ilmu falak berbeda dengan ilmu malak (santet). Ilmu falak adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit, seperti Matahari, bulan, bintang-bintang dan benda langit lainnya, dengan tujuan untuk mengetahui posisi benda-benda langit itu serta kedudukannya dari benda-benda langit lainnya.
Dalam khazanah intelektual Islam klasik, ilmu falak merupakan salah satu ciri kemajuan peradaban Islam. Dari sisni muncul tokoh falak di kalangan umat Islam yang sangat berpengaruh, yaitu Al-Khawarizmi dengan magnum opusnya Kitab al-Mukhtashar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah. Setelah al-Khawarizmi, tokoh-tokoh dari kalangan Islam bermunculan macam Abu Ma’syar al-Falaky, Jabir Batany, Abul Raihan al-Biruni, Al-Farghani, Nasiruddin at-Tusi dan Muhammad Turghay Ulughbek.

Fungsi ilmu falak banyak sekali, diantaranya :
1. Penentuan salat lima waktu
2. Penentuan arah kiblat
3. Penentuan awal bulan kamariah

Penentuan salat lima waktu, arah kiblat, dan awal bulan kamariah mungkin akan dibahas di edisi mendatang, Insya Allah.

Sebelum mempelajari yang njlimet-njlimet sobat karisma kudu mempelajari dasar-dasarnya dulu. Salah satu komponen yang sangat penting dalam ilmu falak adalah ASBOL (Astronomi Bola).
Sistem Koordinat Horison

Azimuth = busur pada lingkaran horison diukur mulai dari titik utara ke arah timur.
Tinggi = busur pada lingkaran vertikal yang diukur dari titik perpotongan antara lingkaran horison dengan lingkaran vertikal ke arah objek.
U = Utara, T = Timur, S = Selatan, B = Barat.
Jarak zenith = 90?- Tinggi
Edisi depan kita tambah wawasan kita ttg ASBOL. Ocreeee!!

Baca Lanjutannya......